Tradisi Maritim orang Jawa
08.53Kalo lihat kondisi sekarang, seakan akan orang jawa tuh ga ada yang istimewa dalam tradisi Maritimnya. Contohnya ya yang nulis ini… dari k...
08.53
Kalo lihat kondisi sekarang, seakan akan orang jawa tuh ga ada yang istimewa dalam tradisi Maritimnya. Contohnya ya yang nulis ini… dari kecil sampe blog ini ditulis sekarang ini, blum pernah saya naik kapal laut yang sedang berlayar. Maklumlah orang nggunung, selain itu memang belum ada yang membuat tertarik yang namanya ilmu ttg laut, kecuali pantainya. Pastinya kalo ngomongin pelaut2 tangguh selalu akan mengarah ke pelaut2 bugis dan makasar. Orang2 jawa telah terlena dengan bercocok tanamnya dalam ajaran kraton pedalaman pembenci laut, sehingga lupa akan kenangan indah masa kejayaan orang Jawa di lautan dan samudra.
Barusan aja baca… bukunya Anthony reid ttg sejarah asia tenggara. Seni Pelayaran orang Jawa sangat luar biasa waktu itu. Seni navigasi laut, ilmu pelayaran, kapal2 yang besar, jaringan luas, dan jangkauan yang jauh itu smua dimiliki oleh orang jawa. Sejak abad2 awal masehi orang jawa sudah berlayar dilautan nusantara, ini bisa dibuktikan di relief candi Borobudur. Orang jawa juga sudah berlayar di tanjung harapan afrika dan madagaskar sebelum orang2 eropa. Ingat kisah Gajah mada yang mempersatukan nusantara pada abad ke 13, tentu itu dilakukan dengan berlayar, dulu mah belum ada pesawat. Kapal2 buatan Jawa tekenal besar2 dengan bobot mati skitar 450-500 ton, bahkan ada yg ukuran 1000 ton untuk mengankut pasukan waktu menyerang Malaysia waktu itu. Portugis pun ketika tiba di malaka melihat kalau kapal mereka kalah besar dengan kapal2 buatan jawa. Dan hampir di kota2 pelabuhan di asia tenggara terdapat pemukiman orang jawa. Perlu dicatat disini bahwa pelaut2 jawa mulai abad 13 sudah menjadi muslim.
Lha…kira2 kenapa ya sekarang nih…orang2 jawa sangat jauh dengan tradisi Maritim yang istimewa itu. Ada banyak, tapi saya taunya Cuma sedikit yg coba saya sampaikan. Tradisi Maritim orang Jawa diperkirakan sudah dimulai pada abad 4 masehi dimana kerajaan2 budha muncul dan berkembang, dan dilanjutkan dengan kerajaan2 hindu yang berkembang, dan pada sekitar abad 12 masehi kerajaan2 Islam berkembang. Begitu juga dengan jalur2 perdagangan laut yg berkembang. Pelaut2 jawa selalu memainkan peranan di era2 itu. Dimulai dari kegagalan ekspedisi jihad Pati unus yang membawa armada laut yang besar menyerang Portugis di Malaysia. Waktu itu kapal2 jawa bentuknya besar, tapi susah untuk di kendalikan. Setelah kekalahan tersebut, bentuk kapal2 jawa berubah menjadi lebih kecil agar cepat. Padahal kapal2 eropa malah menjadi lebih besar, kuat dan tetap cepat. Dari teknologi perkapalan, pembuatan kapal jawa mulai ketinggalan dengan teknologi kapal eropa. Setelah itu pada abad ke 17 Masehi, dengan keunggulan teknologi Militernya baik senjata ataupun teknologi perkapalan VOC “Kompeni Londo” melakukan praktek monopoli perdagangan laut. Ini mengakibatkan berkurangnya peran pelaut2 nusantara dan jawa dalam perdagangan jalur laut nusantara. Dilanjutkan adanya peralihan pusat kekuasaan Jawa dari Demak yang di pesisir laut ke mataram yang di pedalaman Jawa, menjadikan prioritas akan teknologi maritime mulai berkurang, bahkan karena persaingan politik antara penguasa di pedalaman dan pesisir, sampe ada anggapan dari orang2 keraton pedalaman (mataram) kalau orang2 beradab ada di pedalam dan orang2 pesisir laut diidentikkan dengan orang yang kasar dan kurang beradab. Disini orang jawa mulai tidak menganggap istimewa tradisi Maritim yang istimewa itu.
Trus sekarang bagaimana????
Perlu diketahui lautan Nusantara sejak dahulu memiliki peran yang sangat penting. Kita memeluk Islam di kepulauan2 nusantara dan asia tenggara ini dengan jangkauan yang merata dan waktu yang hampir bersamaan ini disebabkan oleh pemanfaatan lautan dan pelayaran secara bagus. Karena selain berdagang, pedagang2 dan pelaut2 muslim menyebarkan agama Islam ke Nusantara ini.
Lalu bagaimana kita sebagai orang jawa dan Indonesia dalam mengangkat kembali tradisi Maritim ini.
Saya ga bias menjelaskan dengan baik, karena saya orang nggunung, ga sekolah ttg ilmu kelautan dan belum pernah naik kapal laut…
Tapi mungkin ini ya:
1. Dengan mempelajari tradisi maritim Nusantara dan mempelajari ilmu kelautan
2. Mengembangkan teknologi peralatan kelautan, kapal laut. Kapal perang, kapal selam, bahkan untuk yang bersifat bisnispun, bias kapal pesiar pribadi yang kecil dsb.
3. Mengoptimalkan explorasi laut Indonesia… perikanan, tambang bawah laut, rumput laut, sampe yg utk resort laut spt WBL, dan bias juga explorasi ttg harta karun dalam laut.
Silahkan dipilih sendiri. Klo saya sementara dengan mempelajari sejarah Maritim Nusantara dulu…
Hayoo..gimana orang Jawa, sdh pahamkah dengan maksud lagu “nenek moyangku orang pelaut” yg sering dinyanyikan waktu kecil dulu…

